Prosesi Yudisium FKIP Eksistensi Pendidik Abad 21 Periode I Tahun 2018 Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang

Rabu, 21 Februari 2018 06:49 WIB

Foto: Kegiatan pemberian penghargaan pada lulusan terbaik lingkungan FKIP- UMM

(Bersama Bapak Dekan dan Wakil Dekan I, III)

Prosesi Yudisium periode I tahun 2018 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) di teater Dome UMM , Selasa (20/2/18), diwarnai unjuk prestasi mahasiswa baik akademik maupun non akademik. Panitia wisuda menambahkan acara prosesi dengan penyerahan piagam penghargaan untuk mahasiswa. Hal ini merupakan tradisi FKIP-UMM untuk memberikan penghargaan kepada mahasiswa yang berhasil mengukir prestasi baik akademik maupun non akademik.

      Dekan Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Dr. Poncojari Wahyono, M.Kes, mengatakan untuk periode yudisium kali ini memang spesial karena bertepatan dengan baru di lantiknya Kepala Jurusan dan Sekertaris pada program studi di lingkungan FKIP periode 2018-2021 dan memceritakan tentang filosofi kepompong di depan para yudisium Ada anak SMP mengamati kepompong. Karena gak sabar dia membuka kepompong itu, dan senanglah "hewan" yg ada di dalamnya. ia keluar, berupa kupu-kupu. Sementara kepompong lain dibiarkan. beberapa hari kemudian keluar menjadi kupu-kupu. Ada perbedaan antara kupu2 yg dibantu/dipaksa dengan yg alami. Yg pertama lebih rapuh, warnanya kurang menarik, dan tidak dapat berkembang maksimal. Sementara yang kedua lebih kuat dan indah. maknanya: hidup adalah proses.. penuh perjuangan.. penuh tantangan.. tapi akan membuat kita kuat”. 1. Kerja keras, 2. Kerja mawas 3. Kerja cerdas 4. Kerja Tuntas 5. Kerja iklas Orang yg sukses di masa depan adalah orang yg pandai berinovasi dan berkreativitas. Orang yg sukses di masa depan adalah orang yg pandai berinovasi dan berkreativitas, adapun caranya dengan menggunakan PIKAT B2, Membuat citra Positif bagi diri & orang lain (pencerahan),rasa Ingin Tahu (tinggi), menggunakan Komunikasi yang baik (mampu membangun komunikasi, koneksi banyak), Amati gejala perubahan, lingkungan, sosial, dan kehidupan, B1 banyak memBaca. B2 lakukan sesuatu yang Berbeda.

Menurut surat keputusan Nomor: E.6.o/060/FKIP-UMM/II/2018, Tentang Penetapan lulusan TERBAIK mahasiswa berprestasi akademik FKIP ( IPK 3,95 a.n Indri Susilowati/PGSD), selain itu juga terbaik tingkat (prodi Matematika a.n St towiatun IPK 3,55), (Prodi Pendidikan Biologi a.n Ayu Dewi Rahmawati IPK 3,77), (Prodi  Bahasa dan Sastra Indonesia a.n Risnawati IPK 3,91), (Prodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan a.n Wida Dwi Aryanti IPK 3,83), (Prodi Pendidikan Bahasa Inggris a.n Hesti Miranda IPK 3,87) Prestasi lain yang diunggulkan dalam prestasi non akademik FKIP-UMM adalah 1) Yeni Widayati (Pendidikan Biologi)  Menulis Puisi Tingkat Nasional. 2) Hilda ayu lavanda (Pend. Bhs dan sastra) Seni tari tradisional. 3) Novia wulandari (Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan a.n Wida Dwi Aryanti ) Master of ceremony. 4) Nela adela (Pendidikan Bhs dan sastra) Seni menulis cerpen 5. Risnawati (Pendidikan Bhs dan sastra) PKM, 6. Reza ika savitri (PGSD) Pidato dan Debat Bahasa Inggris. 7. Nur Anis alvionita (PGSD) Seni Budaya. 8. Leny Suryaning Astutik (PGSD) Seni Budaya.

            Tak kalah menariknya adalah pembicara “Kak Dina Reskyana” kelahiran tegal , 28 agustus 1993 terkenal dengan mendongeng dengan boneka “anis” yang artinya anak manis, alumni dari PPG PGSD- UMM, Hal ini sangat memecah tawa para peserta yudisium, karena menyampaikan tentang perjuangan SM3T Sarjana Mendidik di daerah Terdepan, Terluar, dan tertinggal dimana Kak Dina merasakan perjuangan mengabdi tanpa tanpa batas, iklas dan berkualitas demi kemajuan Pendidikan di Indonesia. (Program ini adalah program DIKTI “Maju bersama mencerdaskan Indonesia”.) Proses pendidikan profesi guru di FKIP yang lebih menarik juga ada pemateri Bu Ratih Juliati dosen Fakultas Ekonomi UMM, memotivasi betul bagaimana memberikan pengalaman untuk siap memasuki dunia kerja yang sesungguhnya melalui Kemahiran abad 21 (1. Kemahiran Belajar learning skill, 2. Kemahiran Hidup life skill, 3. Literasi informasi, media dan teknologi), pada tema kita “Eksistensi Pendidik Abad 21”. (A.R).

Shared: