Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Muhammadiyah Malang
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Muhammadiyah Malang

Siapa bilang kampus UMM mahal?

Author : Administrator | Rabu, 18 Agustus 2010 16:53 WIB

Kampus UMM dan Rutinitas kegiatan Mahasiswa
 

Pernahkah sahabat civitas mendengar dari rekan-rekan civitas sendiri yang kuliah di salah satu perguruan tinggi negeri di Jawa Timur/Malang mengatakan kuliah di kampus UMM itu mahal, DPP nyalah, SPPnyalah? ini pernah saya alami dari salah satu rekan, ia memilih salah satu perguruan tinggi negeri tersebut karena berharap mendapat biaya murah dan bersatus negeri, namun justru kini ia mengeluh kampusnya mahal banget, kemudian saya dan dia hitung-hitungan masalah jumlah biaya yang harus di keluarkan selama kuliah di kampus.

Pada akhirnya ketemu sudah besaran biaya yang di keluarkan, ternyata ia mengakui bahwa UMM lebih murah dari kampusnya yang berstatus negeri, di akui atau tidak orang tua kita atau masyarakat pada umumnya menilai bahwa kuliah di negeri lebih memiliki “gengsi” lebih sekaligus harga yang relatif murah, kuliah di PTN lebih terjamin karirnya nanti setelah lulus, karena banyak perusahaan yang bersedia menampungnya, tetapi inilah justru yang akan menjerumuskan seorang mahasiswa karena pada akhirnya setelah ia berstatus sarjana menjadi susah mencari pekerjaan, pasalnya selama kuliah bisa di bilang cukup “santai” ngapain susah-susah, wong saya kuliah di negeri.
 

Dan semua memang kembali ke individunya masing-masing, bagaimana ia memaksimalkan waktu dan peluang yang ada untuk belajar dan menggali kemampuan selama menjadi mahasiswa,kembali ke masalah biaya kuliah, taruhlah hal paling sepele saja, kampus mana yang menerapkan biaya parkir dengan harga Rp.200.00 ? kalau tidak di Universitas Muhammadiyah Malang, parkir umum saja paling murah sekarang rata-rata Rp.1.000.00, selain itu UMM menerapkan pembayaran SPP paket, cukup membayar SPP sekian juta rupiah sudah dapat menempuh study selama satu semester, dan itu cukup, tidak ada tambahan lain seperti biaya praktikum atau buku-buku lain.
 

Sejak semester 3 kebetulan saya sudah menjadi Volunter di UPT.PMB UMM , dimana kerjaannya adalah memandu adik-adik calon Mahasiswa baru untuk mengisi biodata dan mengarahkan bagiaman menjadi mahasiswa baru UMM, dan hingga kini semester 9, saya benar-benar enjoy menjalani pekerjaan ini, selain dapat mengisi waktu luang sembari mengurus skripsi juga dapat penghasilan tambahan setiap dua minggu sekali.
 

UMM juga memberdayakan tenaga paruh waktu(part time) di setiap unitnya, sehingga bisa di katakan kampus ini benar-benar menggunakan tenaga muda untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan yang bisa di bilang penting bagi perkembangan dan kemajuan kampus, mereka berperan aktif untuk membantu segala kegiatan kampus, kalau dulu yang bekerja kebanyakan yang sudah sepuh-sepuh, tapi di UMM adalah tenaga muda yang benar-benar terpilih untuk mengisi posisi sesuai dengan kebutuhan dan kemampuannya.
 

Adapun unit-unit tersebut antara lain :
 

1. UPT Pendaftaran Mahasiswa Baru UMM : disini Mahasiswa bisa mengisi kegiatan sebagai Volunter Mahasiswa baru saat jelang penerimaan Maba(tahun ajaran baru) sekaligus juga bisa kerja part time jika masa studynya telah habis.

2. UPT BAA(Biro administrasi Akademik)

3. UPT Kemahasiswaan

4. UPT Perpustakaan

dan unit-unit lain termasuk part time di fakultas dan jurusan



dan yang paling unik tentunya UMM adalah kampus mandiri yang tidak mengambil uang dari negara, semua serba mandiri, tidak memeras uang dari Mahasiswa, tidak pula ada jual beli kursi saat penerimaan mahasiswa baru, di sadari atau tidak di lingkungan kampus lain hal ini masih terjadi, dengan cara tawar-menawar agar Calon Mahasiswa bisa masuk dengan mudah di perguruan tinggi tersebut.



(Hendy Prima/Teknik Informatika 2006)
source: umm.web.id

Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image